Affan Ojol yang Dilindas Rantis Brimob hingga MD, Tulang Punggung Keluarga Nyekolahin Adiknya SMP Jadi Korban Negara
Oleh Redaksi Moralita — Jumat, 29 Agustus 2025 10:12 WIB; ?>

Ilustrasi RIP Ojol Affan Kurniawan, Korban Tewas diseruduk Rantis Brimob saat Demo DPR
Moralita.com – Jakarta memang keras, tapi kadang negara bisa lebih keras lagi. Affan Kurniawan (21), anak muda akas yang sehari-hari jadi pengemudi ojek online, mendadak pulang tinggal nama setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Affan bukan sembarang ojol. Buat keluarganya, dia adalah ATM berjalan sekaligus penopang hidup. Dari kontrakan sempit ukuran 3×11 meter di Jalan Tayu, Menteng, Affan menopang bapak-ibu yang kerja serabutan, kakak laki-laki yang juga ojol, dan adik perempuan yang masih sekolah SMP.
“Dia itu andalannya ibunya banget, tulang punggung keluarga,” kata Muri, juragan kontrakan tempat Affan tinggal.
Hidup pas-pasan nggak bikin Affan malas. Anak ini rajin banget, tiap pagi jam 05.30 sudah cabut narik, siang cuma istirahat bentar, sore lanjut lagi. “Sregep banget, nggak pernah ngeluh,” tambah Muri.
Fakhrudin, pamannya, juga mengamini. “Anaknya baik banget. Nggak pernah neko-neko, nggak pernah bikin masalah,” urainya.
Kronologi: Dari Cari Nafkah Jadi Korban Aparat
Sore setengah Malam itu, Affan cuma lagi nganter makanan ke Bendungan Hilir. Tapi apes, jalanan tersendat gara-gara demo di Pejompongan. Pas nyoba nerobos kerumunan, sebuah rantis Brimob lewat dengan gaya ugal-ugalan ala film Fast & Furious versi aparat.
Video amatir yang beredar di Medos memperlihatkan rantis itu nyelonong di tengah kerumunan. Affan yang berusaha menghindar malah jadi korban. Mobil lapis baja itu bukannya berhenti, malah gas terus. Massa yang murka sempat ngejar dan mukulin kendaraan tersebut.
“Dia tuh kayak niat nabrakin pendemo. Kanan kiri disikat. Siapa aja di depan, akan diseruduk,” kata Abdul (29), saksi mata yang melihat langsung kejadian.
Affan sempat dibawa ke RSCM. Tapi takdir sudah bicara: nyawanya nggak tertolong. Jenazahnya kini dibawa pulang ke rumah duka sempit tempat keluarga menunggu dengan hati koyak.
Polisi: Minta Maaf Dulu, Usut Belakangan
Keluarga jelas nggak terima. Mereka menuntut keadilan. “Bapaknya almarhum minta keadilan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di RSCM.
Polisi buru-buru bertindak. Tujuh anggota Brimob sudah ditangkap: Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D. “Masih kita dalami siapa yang nyetir. Yang jelas tujuh orang ini ada di dalam kendaraan,” kata Kadiv Propam Irjen Abdul Karim.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun muncul dengan kalimat standar pejabat: “Saya menyesali peristiwa ini dan mohon maaf sedalam-dalamnya.” Beliau juga sudah nyuruh Divisi Propam untuk menindaklanjuti.
Ironi: Ojol vs Rantis Brimob
Affan seharusnya pulang bawa nafkah buat keluarga, bukan malah dibungkus kain kafan di rumah duka. Ironi negara yang katanya hadir untuk melindungi rakyat, tapi justru bikin rakyat kecil jadi korban.
Jakarta keras, tapi hidup di bawah negara yang ugal-ugalan seperti inj ternyata jauh lebih keras.
- Penulis: Redaksi Moralita
Your writing has a way of making even the most complex topics accessible and engaging. I’m constantly impressed by your ability to distill complicated concepts into easy-to-understand language.
29 Agustus 2025 12:33