Turnamen Biliar, Bonus Demografi, dan Pemuda Desa di Titik Nol Pacet Mojokerto, Gus Stafsus Kemendes Punya Cara
Mojokerto, Moralita.com – Turnamen Biliar Nine Ball Piala Stafsus Kemendes PDT, Gus Afif Zamroni, akhirnya menemukan para juaranya. Edisi perdana yang dikasih label Vol I ini digelar di kawasan Titik Nol Pacet, Mojokerto tempat nongkrong baru yang mendadak jadi episentrum Indonesia Emas Pemuda Desa.
Dalam sambutannya sebelum serahkan Trophy, Gus Afif menekankan satu hal penting: jangan sampai turnamen ini jadi one hit wonder. Katanya, biliar bukan cuma soal habisin bola, tapi juga soal kasih ruang buat anak muda biar kreatif nggak sekadar jadi penonton bonus demografi tahun 2045.
“Jangan cepat puas, rek! Main biliar itu kaya hidup yang butuh latihan, fokus, dan jangan gampang nyerah. Turnamen ini harus jadi tradisi, bukan sekadar acara dadakan,” ujar Gus Afif, bikin hadirin tepuk tangan.
Lebih jauh, Gus Afif kasih alarm pengingat: tahun 2045 alias era Indonesia Emas udah di depan mata. Dan siapa pemeran utamanya? Ya, Gen Z dan Milenial yang sekarang kebanyakan masih hanya berdebat ngopi dimana sambil mabar Mobile Legends.
“Kalau pemuda nggak dikasih ruang dan fasilitas, ya susah mereka cari tempat di 2045 nanti. Jangan sampai bonus demografi malah jadi bonus masalah. Jadi sekarang kudu dikasih wadah, apresiasi, dan spotlight biar mereka bisa nemuin jalan masing-masing,” tambahnya, dengan gaya khas ala motivator yang paham betul urusan anak muda.
Di akhir acara, Gus Afif nggak lupa kasih credit title buat panitia. Arena biliar di Titik Nol Pacet diharapkan bisa jadi lebih dari sekadar tempat nyodok bola yakni jadi ikon baru Pacet yang bawa manfaat, bikin ramai, dan (semoga) jadi spot Instagramable yang penuh keberkahan.
“Terima kasih buat panitia, bukan cuma kasih panggung buat anak-anak muda. Semoga tempat ini makin rame, makin bermanfaat, dan jadi ikon kebanggaan Pacet,” tutupnya.
Turnamen Biliar Piala Stafsus Kemendes perdana ini sukses ngumpulin puluhan peserta dari berbagai kalangan jagoan desa masing-masing. Ke depan, agenda semacam ini rencananya bakal jadi rutin.
Jadi, siap-siap aja kalau Turnamen Biliar Piala Stafsus Kemendes makin sering berubah jadi arena ‘biliar meets pemuda desa’.






