Beranda News Gasak Perhiasan Emas Nenek Seberat 1 Kilogram, Komplotan Pencuri di Surabaya Nyamar jadi Petugas PDAM
News

Gasak Perhiasan Emas Nenek Seberat 1 Kilogram, Komplotan Pencuri di Surabaya Nyamar jadi Petugas PDAM

Hamidah, nenek 77 tahun menjadi korban perhiasan emas mnya dicuri maling nyaru petugas PDAM di Surabaya, Rabu (22/1).

Surabaya, Moralita.com – Komplotan pencuri di Surabaya menjalankan aksinya dengan modus menyamar sebagai petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Peristiwa ini terjadi di rumah Hamidah, 77 tahun, seorang warga Jalan Ahmad Jais, Kecamatan Genteng, Surabaya, pada Rabu (22/1) sekitar pukul 10.00 WIB kehilangan emas seberat 1 Kg.

Menurut kesaksian korban, ketiga pelaku datang dengan berpura-pura melakukan pengecekan meteran air. Meski sempat merasa curiga, Hamidah akhirnya memperbolehkan mereka masuk karena para pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, seperti membawa senjata atau bertindak agresif.

“Saya memang curiga karena mereka tidak memakai seragam PDAM seperti petugas biasanya. Yang biasa datang pakai seragam biru, tapi mereka tidak. Ada tiga orang, kelihatannya yang muda yang memimpin,” ungkap Hamidah, Rabu, (22/1).

Hamidah mengaku awalnya hanya satu pelaku yang masuk ke rumah, tetapi kemudian jumlahnya bertambah menjadi dua orang. Setelah mereka meninggalkan rumah, ia memeriksa kamarnya dan menemukan bahwa perhiasan emas miliknya, dengan berat total lebih dari 1 kilogram, telah hilang.

Baca Juga :  Menteri ESDM: Harga LPG 3 Kg Seharusnya Rp 15 Ribu, Pemerintah Perketat Distribusi

“Waktu mereka masuk, saya masih pikir mungkin petugas resmi, karena mereka tidak menunjukkan ancaman. Tapi setelah saya cek, perhiasan di kotak sudah tidak ada,” tuturnya.

Korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng. Namun, Hamidah belum memberikan rincian pasti terkait nilai total kerugian akibat pencurian itu.

Polisi Selidiki Modus Pencurian

Kapolsek Genteng, AKP Grandika Indera Waspada, membenarkan adanya laporan pencurian dengan modus menyamar sebagai petugas PDAM. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengidentifikasi pelaku.

Baca Juga :  Cemburu Emosi, Pria Cekik Pacarnya Asal Lumajang hingga Tewas di Hotel Double Tree Surabaya 

“Kami telah menerima laporan dari korban. Saat ini penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku,” ujar AKP Grandika.

PDAM Imbau Pelanggan Waspada

Menanggapi kasus ini, Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap petugas yang datang ke rumah. Ia menegaskan bahwa petugas resmi PDAM selalu mengenakan seragam khusus dan dilengkapi dengan identitas yang jelas.

“Kami terus mengingatkan pelanggan agar memastikan identitas petugas PDAM yang datang, baik untuk pencatatan maupun penggantian meteran air. Jangan ragu untuk meminta tanda pengenal atau menghubungi kantor PDAM jika ada keraguan,” tegasnya.

Baca Juga :  PSSI Resmi Memberhentikan Shin Tae-yong, Pelatih Baru Segera Diumumkan 12 Januari

Masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus kejahatan serupa. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa meliputi:

1. Verifikasi Identitas – Pastikan petugas yang datang memiliki kartu identitas resmi dari lembaga terkait.

2. Waspadai Modus Operandi – Perhatikan ciri-ciri yang mencurigakan, seperti ketidaksesuaian pakaian atau perilaku yang tidak wajar.

3. Tidak Memberi Akses Tanpa Verifikasi – Hindari memberikan akses ke dalam rumah tanpa memastikan keaslian tugas mereka.

4. Laporkan Segera – Jika ada kecurigaan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau lembaga yang bersangkutan.

 

Sebelumnya

Polda Jatim Selidiki Kepemilikan HGB 656 Hektare di Perairan Sidoarjo

Selanjutnya

Bupati Mojokerto Terpilih, Gus Barra, Sambut Bangga Pelantikan Kepala Daerah oleh Presiden, Tim Transisi sedang Bekerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman