Tanah Longsor di Jalur Cangar-Pacet Mojokerto, Dua Mobil Tertimbun, Akses Jalan Lumpuh Total, Tim Gabungan Terus Lakukan Evakuasi
Mojokerto, Moralita.com – Bencana tanah longsor terjadi di jalan penghubung Cangar menuju Batu, tepatnya di kawasan Watu Tumpang, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4) pukul 11.10 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua mobil tertimbun material longsor, sementara proses pencarian korban masih berlangsung.
Longsor ini tidak hanya menimbun kendaraan yang melintas, tetapi juga menutup akses utama antara Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu. Jalur yang biasanya menjadi akses vital bagi wisatawan dan warga lokal ini kini lumpuh total akibat tumpukan material longsor yang bercampur dengan pohon tumbang.
Berdasarkan laporan dari Jagawana Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Sukamto, pihaknya menerima laporan pertama dari pengendara yang melintas sekitar pukul 11.10 WIB.
“Sekitar pukul 11 siang, ada laporan dari pengendara yang menyebutkan adanya longsor. Kami langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenarannya. Setelah kami pastikan terjadi longsor, kami segera menghubungi pihak kepolisian dan Pos Pengamanan Lebaran untuk segera bertindak,” ungkap Sukamto.
Menurut saksi mata, longsor terjadi begitu cepat. Beberapa detik setelah material tanah dari tebing ambrol, sebuah mobil pikap berwarna putih terlihat terpental akibat tertimpa longsoran. Hingga kini, tim gabungan masih berusaha mengidentifikasi jumlah pasti korban yang tertimbun material longsor.
Saat ini, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu, relawan, aparat TNI-Polri, serta petugas Tahura Raden Soerjo masih bekerja keras melakukan evakuasi korban dan membersihkan material longsor yang menutup jalan.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, lokasi longsor berada di sekitar kawasan Wisata Kuliner Sendi, Kecamatan Pacet.
“Selain tanah yang menutup jalan, beberapa pohon besar juga ikut tumbang akibat terseret longsor. Hal ini semakin memperparah kondisi dan menghambat proses evakuasi,” jelas Abdul Khakim.
Untuk mempercepat proses pembersihan jalur, BPBD Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu telah mengerahkan dua unit alat berat dari BPBD Batu serta Dinas PUPR Mojokerto.
“Dua alat berat sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan bisa membuka akses kembali secepat mungkin,” tandasnya.
Longsor yang terjadi ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Mojokerto dalam beberapa hari terakhir. Struktur tanah di kawasan perbukitan yang labil membuat risiko longsor semakin tinggi, terutama di jalur-jalur dengan kemiringan curam seperti Cangar-Pacet.
Para pengendara yang hendak melintas di jalur tersebut diimbau untuk mencari rute alternatif dan tidak memaksakan diri melewati kawasan yang terdampak longsor. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang dan mengikuti arahan petugas guna menghindari potensi bahaya lebih lanjut.
Sementara itu, pihak berwenang juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap siaga, terutama saat hujan deras turun. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar tebing dan lereng, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang agar langkah antisipatif dapat segera dilakukan.
Penutupan jalur Cangar-Pacet akibat longsor ini diperkirakan akan berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut. Jalur ini merupakan akses utama menuju objek wisata pegunungan di Mojokerto dan Batu, termasuk Pemandian Air Panas Cangar, yang kerap dikunjungi wisatawan, terutama saat musim libur Lebaran dan akhir pekan.
Sejumlah pelaku usaha di kawasan wisata juga mengaku khawatir dengan dampak penutupan akses jalan ini. Beberapa pemilik penginapan dan rumah makan di sepanjang jalur Pacet-Cangar-Batu menyatakan bahwa longsor ini bisa mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke daerah mereka.
“Biasanya di musim libur Lebaran seperti ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Pacet dan Cangar. Tapi kalau jalannya tertutup lama, pasti berdampak pada usaha kami,” ujar Joko, salah satu pemilik warung makan di kawasan Sendi.
Untuk itu, pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya mempercepat proses evakuasi dan pembukaan akses jalan, sehingga jalur ini bisa segera kembali digunakan oleh masyarakat dan wisatawan.
Bencana tanah longsor yang terjadi di jalur Cangar-Pacet ini menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di kawasan yang memiliki potensi longsor tinggi. Dengan kerja sama antara BPBD, relawan, aparat keamanan, serta dinas terkait, diharapkan proses evakuasi dapat berjalan lancar dan akses jalan bisa segera dibuka kembali.
Masyarakat yang melintas diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang terkait kondisi jalur tersebut. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana guna mengurangi risiko kejadian serupa.






