Beranda Daerah Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Longsor di Trenggalek, Siapkan Hunian Permanen untuk Warga Terdampak
Daerah

Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Longsor di Trenggalek, Siapkan Hunian Permanen untuk Warga Terdampak

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi para pengungsi di Paseban, Dusun Kebonagung, Trenggalek.

 

Trenggalek, Moralita.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu malam (22/5). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyapa para pengungsi yang berada di posko darurat, sekaligus menyalurkan bantuan berupa buah-buahan, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan hunian permanen bagi warga terdampak. Namun, ia meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap lahan yang aman untuk relokasi.

“Pembangunan hunian bisa segera dilakukan, tetapi kami memerlukan kepastian mengenai lahan relokasi. Kami meminta Pemkab Trenggalek untuk segera mengidentifikasi lokasi yang aman agar proses pembangunan dapat dilaksanakan secepatnya. Pemprov Jatim berkomitmen membangun rumah permanen yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak,” ujar Khofifah.

Baca Juga :  Gempa Jawa Timur Magnitudo 4,5 Guncang Blitar, Terasa Hingga Trenggalek

Khofifah juga mencontohkan langkah serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Di wilayah tersebut, warga terdampak tanah gerak telah berhasil direlokasi ke lahan milik Pemprov Jawa Timur.

“Relokasi di Sumurup pernah dilakukan karena kondisi tanah yang terus bergerak. Beruntung lahannya milik Pemprov sehingga proses relokasi berjalan lebih cepat dan efisien. Jika di lokasi longsor saat ini tersedia lahan milik daerah, tentu relokasi bisa dilakukan lebih cepat. Hunian tetap sangat penting bagi warga agar bisa kembali hidup dengan tenang,” jelasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Canangkan Tingkatkan Manajemen Haji: Terminal Khusus, Efisiensi Biaya, dan Bangun Kampung Indonesia di Tanah Suci

Menanggapi situasi kebencanaan di Jawa Timur yang belakangan ini meningkat, Khofifah menuturkan bahwa Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peringatan dini mengenai potensi curah hujan tinggi dan titik-titik rawan bencana dilaporkan secara berkala setiap hari.

“BMKG setiap hari menginformasikan potensi hujan dan tingkat intensitasnya ke Pemprov. Kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama, mengingat perubahan iklim global saat ini membawa konsekuensi terhadap tingginya frekuensi bencana alam. Diperlukan kesiapsiagaan semua pihak agar kita dapat menghindari kerugian yang lebih besar,” tegas Khofifah.

Baca Juga :  DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto Rayakan HUT ke-17, Teguhkan Semangat “Berjuang Tiada Akhir”

Kunjungan Gubernur Khofifah ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengimbau agar seluruh kepala daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di musim pancaroba.

Sebelumnya

Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Kembali Disorot, Warga Besuki Sampaikan Keluhan ke DPRD Situbondo

Selanjutnya

KORPRI Usulkan Kenaikan Usia Pensiun ASN: Langkah Strategis Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman