Jumat, 29 Agu 2025
light_mode
Beranda » News » Affan Kurnianawan Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Bukan Demonstran, Sedang Antar Orderan Makanan

Affan Kurnianawan Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Bukan Demonstran, Sedang Antar Orderan Makanan

Oleh Redaksi Moralita — Jumat, 29 Agustus 2025 09:05 WIB

Jakarta, Moralita.com – Tragedi memilukan mewarnai aksi unjuk rasa di kawasan DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas mobil kendaraan taktis (Rantis) milik satuan Brimob.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa korban bukanlah peserta aksi demonstrasi, melainkan sedang bekerja mengantarkan pesanan makanan.

Informasi ini disampaikan oleh rekan sesama pengemudi ojol, Hafidz (40), yang akrab disapa Ompong. Ia menegaskan bahwa almarhum Affan tidak terlibat dalam aksi yang saat itu berlangsung ricuh dan menyoroti isu tunjangan DPR serta kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Dinkes Pati : 64 Orang Terluka dalam Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Pati

“Affan itu enggak ikut demo. Dia lagi narik order GoFood. Pas nyebrang jalan, mobil barakuda (Rantis Brimob) melintas dengan kecepatan tinggi, terus melindas dia,” ujar Hafidz ketika ditemui wartawan di rumah duka, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Menurut Hafidz, momen terakhir pertemuannya dengan Affan sehari sebelum kejadian menunjukkan bahwa rekannya hanya fokus bekerja. “Terakhir ketemu, dia bilang mau nganter orderan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Dua Jenazah Korban Longsor Tambang Gunung Kuda, Total Korban Tewas Capai 19 Orang

Kepergian Affan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas pengemudi ojek online di Jakarta. Sebagai bentuk solidaritas, para pengemudi berencana mengiringi prosesi pemakaman rekannya itu.

“Kita (driver ojol) bakal kawal jenazah sampai ke pemakaman. Kita konvoi bareng-bareng. Jenazah dimakamkan jam 10 WIB di TPU Karet Bivak. Perkiraan ada 100 sampai 1.000 pengemudi yang ikut mengantar,” jelas Hafidz.

Baca Juga :  Tragis, Dua Nyawa Melayang Akibat Jebakan Listrik Tikus di Sawah Gresik dalam Sebulan

 

Catatan Redaksi:

Insiden tragis ini menyulut gelombang simpati sekaligus kemarahan publik. Di satu sisi, rakyat masih menagih akuntabilitas aparat atas penggunaan kendaraan taktis di tengah kerumunan sipil. Di sisi lain, peristiwa ini memperlihatkan bagaimana ruang publik yang seharusnya aman justru berubah menjadi arena mematikan bagi masyarakat yang sedang mencari nafkah.

  • Penulis: Redaksi Moralita

Tulis Komentar Anda (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less