BUMDes Kabatren Sejahtera Desa Kemantren Mojokerto Tembus 6 Besar Jatim, Stafsus Kemendes Apresiasi Inovasi Sandal Daur Ulang Sampah
Mojokerto, Moralita.com – Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sedang mencuri perhatian publik dengan kiprah luar biasa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ‘Kabatren Sejahtera’.
BUMDes yang tengah berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dalam kategori BUMDes Unik dan Inovatif ini mendapat kunjungan dan apresiasi langsung dari Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc, MEI, pada Jumat (4/7).
Dalam kunjungannya, Stafsus Kemendes, Gus Afif sapaan akrabnya menilai pengelolaan BUMDes Kabatren milik Desa Kemantren sebagai contoh ideal pengembangan ekonomi desa yang mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Salah satu inovasi unggulan yang menarik perhatian adalah unit usaha pengolahan sampah menjadi bahan baku sandal daur ulang, yang telah menjangkau pasar lokal.
“Desa Kemantren melalui BUMDes-nya berhasil menciptakan produk unggulan dari sampah, dan ini sangat luar biasa. Bahkan dalam waktu lima tahun saja, sudah memiliki lima unit usaha aktif. Inovasi seperti ini layak direplikasi di desa-desa lain,” ujar Gus Afif.

Lebih lanjut, Gus Afif juga menyampaikan bahwa Kemendes PDT akan mendukung penuh keberlanjutan usaha BUMDes Kabatren Sejahtera, baik dari sisi pemasaran, peningkatan kapasitas produksi, pelatihan sumber daya manusia, hingga kemungkinan akses pembiayaan dan permodalan.
“Kita akan bantu dari sisi pelatihan SDM hingga kemungkinan fasilitasi pelatihan teknologi ke luar negeri seperti ke Cina. Target kita, BUMDes ini bisa menjadi yang terbaik, tidak hanya di Jatim, tapi juga nasional,” tambahnya.
Pernyataan Kepala Desa Kemantren
Kepala Desa Kemantren, Ahmad Zaidi, menyambut baik apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh Stafsus Kemendes. Ia menyampaikan bahwa perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa menjadi energi tambahan bagi pengurus dan warga dalam mengembangkan potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami merasa sangat terbantu dan terhormat atas kunjungan dan support dari Pak Stafsus Kemendes Gus Afif Zamroni. Ini menjadi penyemangat bagi kami, apalagi BUMDes Kabatren Sejahtera saat ini sedang masuk enam besar lomba BUMDes tingkat Provinsi Jawa Timur. Dukungan ini akan kami maksimalkan agar BUMDes kami benar-benar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi kerakyatan,” tutur Zaidi.
Dengan konsep ekonomi sirkular dan inklusif, BUMDes Kabatren Sejahtera berhasil memberdayakan masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat desa, serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.
BUMDes ini telah memfungsikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) sebagai pusat inovasi sosial dan ekonomi desa. Sandal daur ulang yang dihasilkan telah mulai dipasarkan ke pondok pesantren dan desa-desa mitra, menjadi simbol nyata dari sinergi antara lingkungan dan ekonomi desa.

Menuju Miniatur Ekonomi Desa Mandiri
Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Desa, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dan masyarakat lokal, Desa Kemantren terus berbenah dan berinovasi.
Capaian BUMDes ‘Kabatren Sejahtera’ bukan hanya menjadi kebanggaan desa, melainkan inspirasi besar bagi ribuan desa lain di Indonesia dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal.






