DPW PAN Jatim Gas Konsolidasi: 27 Ketua DPD Resmi Kantongi SK, Targetkan 3 Besar Pemilu 2029
Surabaya, Moralita.com – Mesin politik Partai Amanat Nasional (PAN) di Jawa Timur mulai dipanaskan jauh-jauh hari sebelum tahun politik tiba. Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, secara resmi menyerahkan 27 Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD PAN kabupaten/kota se-Jawa Timur sebagai bagian dari langkah konsolidasi besar partai menghadapi Pemilu 2029.
Penyerahan mandat organisasi ini tidak sekadar administratif, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa PAN mulai merapikan barisan hingga ke akar rumput bahkan sampai ke level Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Penyerahan SK tersebut berlangsung di Vasa Hotel Surabaya pada Jumat (13/3). Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizki Sadig menegaskan bahwa dokumen resmi tersebut memberikan kepastian struktur kepemimpinan partai di daerah, sekaligus menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk bergerak melakukan konsolidasi organisasi secara lebih terarah.
Menurutnya, setelah momentum bulan suci Ramadan, seluruh jajaran partai di daerah harus segera bergerak menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat struktur dan jaringan politik.
“SK ini menjadi sebuah kepastian siapa yang memimpin organisasi di daerah masing-masing. Harapannya, setelah bulan suci ini kita bisa langsung bergerak melakukan konsolidasi partai, persiapan Muscab, persiapan Musran, bahkan sampai tingkatan pembentukan relawan sesuai perintah Ketua Umum PAN,” ujar Rizki usai acara.
Bagi PAN Jawa Timur, penyerahan SK ini bukan sekadar rotasi kepengurusan. Ia merupakan bagian dari rekayasa strategis organisasi untuk memperkuat fondasi partai menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
Rizki menekankan bahwa seluruh kader PAN mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, cabang, hingga ranting harus mempercepat konsolidasi internal. Bagi partai yang ingin tetap relevan dalam kontestasi politik nasional, kecepatan konsolidasi menjadi faktor penentu.
Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan jaringan relawan sebagai salah satu instrumen penguatan basis dukungan politik di masyarakat. Menurutnya, relawan bukan sekadar simbol gerakan politik, tetapi kaki-kaki organisasi yang mampu menjangkau pemilih hingga ke tingkat paling bawah.
“Pembentukan relawan menjadi penting untuk memperkuat basis dukungan dan memperkuat kaki-kaki partai sampai di tingkatan TPS,” tegasnya.
Roadshow Relawan ke Seluruh Jawa Timur
Sebagai langkah lanjutan dari konsolidasi organisasi, DPW PAN Jawa Timur juga merencanakan roadshow pembentukan relawan ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jaringan politik partai sekaligus menghidupkan kembali energi kader di tingkat daerah. Rizki yang juga merupakan anggota Komisi XI DPR RI meminta seluruh Ketua DPD PAN yang telah menerima SK agar segera memperkuat jaringan organisasi sekaligus memastikan proses rekrutmen relawan berjalan hingga ke tingkat TPS.
Menurutnya, tanggung jawab seorang Ketua DPD tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersifat strategis dalam membangun kekuatan politik partai di wilayah masing-masing. Ia bahkan menyampaikan pesan tegas kepada para pimpinan daerah partai agar serius menjalankan amanah organisasi.
“Sebagai Ketua DPD mempunyai tanggung jawab administratif sesuai arahan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, untuk memastikan proses rekrutmen relawan simpatisan sampai di tingkatan TPS bisa tercapai,” ujarnya.
Lebih jauh, Rizki menegaskan bahwa kepemimpinan di tingkat daerah akan terus dievaluasi berdasarkan capaian kerja organisasi. Apabila target pembentukan relawan tidak tercapai, ia meminta para pimpinan daerah partai untuk siap menerima evaluasi organisasi.
“Semua harus siap dievaluasi bila target pembentukan relawan di kabupaten/kota tidak tercapai dan siap menyerahkan jabatan Ketua DPD kepada yang lebih siap,” tegasnya sebuah pernyataan yang menjadi punchline tajam sekaligus alarm bagi kader partai yang tidak siap bekerja.
Acara penyerahan SK tersebut turut dihadiri oleh jajaran DPP PAN, termasuk Arif Noor Hartanto dari Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN. Seluruh pengurus DPD PAN Jawa Timur periode 2025–2030 juga hadir dalam forum tersebut, termasuk perwakilan 11 DPD PAN yang hingga kini belum menerima SK kepengurusan definitif.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Bidang POK DPW PAN Jawa Timur, Abdullah As Syi’abul Huda, menjelaskan bahwa beberapa DPD masih dalam tahap penyusunan struktur kepengurusan.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena partai ingin memastikan figur yang memimpin organisasi daerah benar-benar memiliki kapasitas dan komitmen.
“Jadi 11 DPD ini belum menemukan sosok yang cocok untuk memimpin kepengurusan DPD. Kami di DPW PAN Jatim, dan insyaallah juga DPP PAN akan berupaya dengan langkah-langkah tertentu agar kepengurusan segera terbentuk,” jelas Abdullah.
DPW PAN Jawa Timur bersama DPP PAN, lanjutnya, akan mengambil langkah-langkah strategis dan terukur agar kepengurusan di daerah tersebut segera terbentuk sehingga proses konsolidasi partai dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Daftar 27 Ketua DPD PAN di Jawa Timur
Berikut daftar 27 Ketua DPD PAN kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah menerima SK dari DPP PAN:
1. Kabupaten Bangkalan : Moch. Aziz
2. Kabupaten Bojonegoro : Lasuri
3. Kabupaten Gresik : Faqih Usman
4. Kabupaten Kediri : M. Yusuf Aziz
5. Kota Kediri : Abdul Bagi
6. Kabupaten Madiun : Subyantara
7. Kota Malang : Eko Purnomo Hadi
8. Kota Mojokerto : Moeljadi
9. Kota Pasuruan : Aris Budi Prasetyo
10. Kabupaten Lumajang : Abdul Adhim
11. Kabupaten Magetan : Dwi Aryanto
12. Kabupaten Malang : Mahkrus
13. Kabupaten Ngawi : Supeno
14. Kabupaten Pacitan : A. Basuki Babussalam
15. Kabupaten Pamekasan : Farid
16. Kabupaten Pasuruan : Ru’yana
17. Kabupaten Sampang : Slamet Ariyadi
18. Kabupaten Sumenep : Faisal Muhlis
19. Kabupaten Tuban : Agung Supriyanto
20. Kabupaten Jember : Abdussalam
21. Kota Batu : H. Rudi
22. Kota Probolinggo : Badrus Zaman
23. Kabupaten Mojokerto : M. Afif Zamroni
24. Kabupaten Tulungagung : Rijal Abdulloh
25. Kabupaten Blitar : Susi Narulita Kumala Dewi
26. Kabupaten Lamongan : Hamzah Fansyuri
27. Kabupaten Madiun : Suryoto
Penyerahan SK tersebut menandai fase baru konsolidasi PAN di Jawa Timur. Dengan struktur kepemimpinan yang telah diperkuat, partai berlambang matahari ini tampak bersiap menghadapi kontestasi politik nasional lima tahun mendatang.
Bagi PAN, konsolidasi organisasi bukan sekadar rutinitas partai melainkan strategi membangun kekuatan politik dari bawah. Sebab dalam politik modern, kemenangan tidak lahir dari baliho besar di kota, tetapi dari jaringan kecil yang bekerja sunyi hingga ke TPS.






