Mojokerto, Moralita.com – Komitmen Kepala Desa (Kades) Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat patut diacungi jempol. Dengan dedikasi penuh, ia siap siaga selama 24 jam di Balai Desa untuk melayani berbagai kebutuhan warganya, mulai dari urusan administrasi hingga keadaan darurat.
Adalah Kades Waras (55), sosok dengan standar kewarasan tinggi yang memilih mengabdikan dirinya sepenuhnya bagi masyarakat yang dipimpinnya. Bersama sang istri, ia tinggal di rumah dinas kepala desa yang berlokasi tepat di sebelah kiri pendopo desa. Tak jarang, pada tengah malam ketika warga mengetuk pintu meminta bantuan, ia langsung menyambut tanpa ragu.
Selalu Ready untuk Masyarakatnya di Situasi Darurat
Pelayanan Waras tak hanya terbatas pada penandatanganan dokumen dan stempel administrasi. Ia juga turun tangan secara langsung dalam berbagai situasi darurat. Jika ada warga yang sakit atau membutuhkan bantuan persalinan, ia sendiri yang menemani mengantarkan ke fasilitas kesehatan menggunakan mobil siaga desa, tak ayal hampir semua petugas faskes mukai dari klinik, hingga rumah sakit hafal dan kenal dengan sosoknya.
“Sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala desa untuk hadir kapan pun masyarakat membutuhkan, baik siang maupun malam,” ujar Waras saat ditemui di Balai Desa sambil santap buka puasa, Minggu (9/3) petang.
Meski memegang jabatan penting, gaya hidup Waras tetap sederhana. Ia bahkan tidak memiliki kendaraan pribadi. Sepeda motor bebek keluaran sekitar 15 tahunan lalu yang ia punyai untuk sekedar tunggang langgang ke sawah.
Acapkali berbagi di Balai Desa, dari Buka Puasa Hingga Sahur
Bisa dikatakan hampir setiap hari, Waras dan istrinya yang juga sebagai Guru SD kelas 1 di SD di desa setempat, menyiapkan makanan bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk beberapa masyarakaf yang datang ke Balai Desa. Menjelang waktu berbuka puasa, ia tampak sibuk mempersiapkan takjil bagi warga yang kebetulan datang untuk mengurus administrasi atau sekadar konsultasi.
“Ya biasa seperti ini, Balai Desa jadi tempat pusat kegiatan masyarakat. Saat buka puasa atau sahur, kalau ada yang datang, jika pas ada yang dimasak ya kita nikmati bersama,” ungkapnya sambil senyum.
Balai Desa Gembongan memang terasa hidup. Di pendopo, terdapat satu unit televisi yang menjadi hiburan warga, terutama saat ronda malam. Bahkan, jika ada pertandingan Timnas Indonesia, warga rutin menggelar nonton bareng (nobar) di sana.
Ya Kades, Ya Petani, Ya Ketua KUD, juga Pegiat Organisasi
Di luar tugasnya sebagai kepala desa, Waras juga seorang petani aktif dan menjabat sebagai Ketua Koperasi Unit Desa (KUD). Usai menjalankan aktivitas di Balai Desa, ia kerap menghabiskan waktu di sawahnya yang berlokasi tidak jauh dari rumah dinasnya.
“Saya juga aktif berorganisasi bersama teman-teman seprofesi di Paguyuban Kepala Desa,” celotehnya.
Meski hidup sederhana, Waras memiliki visi modern dalam memajukan pelayanan publik. Ia melengkapi website desa sebagai sarana pelayanan administrasi berbasis digital. Dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), warga dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi dari rumah.
“Website ini tidak hanya memudahkan pelayanan, tapi juga menjadi sarana informasi dan transparansi untuk masyarakat,” jelasnya.
Dengan dedikasi tinggi dan gaya low profil, Waras membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Kehadirannya yang selalu siap sedia, bahkan di waktu-waktu darurat, menjadikan Balai Desa Gembongan bukan sekadar pusat administrasi, tetapi juga rumah kedua bagi masyarakatnya.
Discussion about this post