Beranda Daerah Kunjungan Personal Wapres Gibran ke Mojokerto, Silaturahmi Kyai Asep dan Motivasi Santri Jadi Agenda Utama
Daerah

Kunjungan Personal Wapres Gibran ke Mojokerto, Silaturahmi Kyai Asep dan Motivasi Santri Jadi Agenda Utama

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka bersama Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA saat di Pacet-Mojokerto, Selasa (3/2/2026).

Mojokerto, Moralita.com – Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc, MEI, menjelaskan secara rinci bahwa kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Mojokerto Jawa Timur merupakan kunjungan silaturahmi yang bersifat personal ke Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dan para santri.

Wapres Gibran disebut datang langsung dari Jakarta dengan satu agenda utama, yakni bersilaturahmi dengan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet.

Menurut Gus Afif, tidak terdapat agenda lain dalam lawatan Wapres tersebut selain kunjungan kehormatan, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan motivasi kepada para santri. Ia menuturkan bahwa Wakil Presiden telah lama memiliki keinginan untuk sowan dan bertemu langsung dengan Kiai Asep sebagai salah satu tokoh ulama berpengaruh di Indonesia.

“Beliau datang khusus ke Mojokerto dengan satu tujuan, yaitu silaturahmi menghadap Pak Kyai Asep. Tidak ada agenda lain selain berkunjung, bersilaturahmi, dan memberi motivasi kepada para santri,” ungkap Gus Afif kepada Moralita.com, Selasa (3/2/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung singkat namun sarat substansi tersebut, terdapat tiga agenda utama. Pertama, pertemuan dengan para alim ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Kedua, pertemuan memberi motivasi para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, di mana Wakil Presiden memberikan motivasi serta menanamkan semangat kemandirian.

Ketiga, agenda ramah-tamah dengan keluarga besar Kyai Asep.
Ketiga rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara cepat dan terbatas. Hal ini disebabkan adanya agenda kenegaraan yang mendesak, yakni panggilan dari Presiden Prabowo Subianto agar Wakil Presiden bersama Kyai Asep segera menghadiri pertemuan alim ulama di Hambalang sekitar pukul 13.30 WIB.

Gus Afif menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan personal Wapres Gibran kepada Kyai Asep selaku pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam pertemuan dengan para santri, Wakil Presiden memberikan pesan mendalam agar generasi muda pesantren mampu berdikari, mandiri, dan menempuh proses belajar secara sungguh-sungguh.

Baca Juga :  Penertiban Pengemis di Wisata Religi Trowulan Mojokerto, Satpol PP : Demi Kenyamanan Peziarah saat Ramainya Maleman Ramadan

Tak hanya itu, Wakil Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk kembali berkunjung ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah pada kesempatan mendatang. Dalam rencana tersebut, ia berjanji akan membawa sejumlah guru dan tutor yang memiliki keahlian di bidang teknologi modern, seperti coding, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta robotika.

Langkah ini dimaksudkan agar para santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi teknologi yang relevan dengan tuntutan zaman.

“Mas Wapres berjanji akan kembali lagi khusus untuk menemui para santri Amanatul Ummah dengan membawa tutor dan guru-guru kompeten di bidang teknologi, agar para santri memiliki kemampuan dan keterampilan yang kuat dalam menghadapi era digital,” jelas Gus Afif.

Singkatnya durasi kunjungan, lanjut Gus Afif, bukan tanpa alasan. Wakil Presiden harus segera kembali ke Jakarta bersama Kyai Asep karena adanya undangan khusus dari Presiden Prabowo untuk menghadiri pertemuan strategis bersama para alim ulama di kediaman Presiden di Hambalang.

Baca Juga :  Gus Barra Datangi Masyarakat Insiden Rumah Meledak, Salurkan Perbaikan 11 Rumah Terdampak

Situasi tersebut membuat Wapres hanya dapat menyampaikan sambutan sekitar sepuluh menit di hadapan para santri, namun tetap meninggalkan pesan inspiratif yang mendalam.

Dalam pertemuan bersama tokoh masyarakat dan alim ulama, Wakil Presiden turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Bupati serta secara khusus kepada Kyai Asep dan para tokoh daerah yang dinilai telah berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas dan mengembangkan Kabupaten Mojokerto menjadi wilayah yang kondusif.

Wapres juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program-program strategis pemerintah pusat. Ia berharap konektivitas kebijakan antara pusat dan daerah dapat terjalin secara efektif sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di tingkat kabupaten dan desa di seluruh Indonesia.

Selain menyampaikan harapan, Wakil Presiden juga membuka ruang dialog dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Wapres mengaku membutuhkan masukan, nasihat, serta pandangan konstruktif sebagai bekal dalam menjalankan amanah pemerintahan, sekaligus sebagai sarana membawa aspirasi dan informasi faktual dari masyarakat daerah ke tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi di era digital. Ia menyoroti maraknya penyebaran informasi hoaks dan informasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Beliau memohon agar kita semua lebih bijak dalam memilih dan memilah informasi, sehingga terhindar dari hoaks maupun kabar yang tidak benar, baik yang berkaitan dengan pemerintah maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terang Gus Afif.

Baca Juga :  Kombinasikan Toko Sembako dan Agen BRILink, Pelaku UMKM di Mojokerto Lipat Gandakan Omset

Lebih jauh, Wakil Presiden turut memohon doa dan bimbingan dari para ulama, tokoh masyarakat, serta secara khusus masukan dan arahan dari Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim. Ia berharap dukungan spiritual dan moral tersebut dapat menjadi kekuatan bagi dirinya bersama Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, dan berdaya saing tinggi.

Tidak hanya itu, Wapres juga meminta doa agar bangsa Indonesia senantiasa dilindungi dari berbagai bencana. Ia menyinggung sejumlah musibah yang terjadi dalam dua bulan terakhir, termasuk banjir di berbagai daerah seperti Aceh, seraya berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan pemerintah mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Kami mohon doa agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana, dan apabila musibah terjadi, semoga pemulihannya dapat segera terlaksana sehingga pemerintah dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” pungkas Gus Afif menirukan pesan Wakil Presiden.

Kunjungan singkat namun bermakna tersebut menjadi refleksi pentingnya relasi antara pemimpin nasional dan kalangan pesantren sebagai pilar moral bangsa. Silaturahmi yang terjalin diharapkan tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam mempersiapkan generasi muda yang religius sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.

Sebelumnya

Kunjungan Wapres Gibran ke Mojokerto di Agendakan Besok, Diharapkan Kunjungi Komunitas Pelaku Ekraf Wisata Air Panas Pacet 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman