Mendagri Tito Karnavian Gagas Retret Sekda se-Indonesia, Didukung Langsung oleh Presiden Prabowo
Magelang, Moralita.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan rencana penyelenggaraan retret nasional bagi para Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini direncanakan akan digelar di Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dan telah mendapatkan restu langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden sudah memberikan arahan kepada saya untuk menyelenggarakan retret bagi para sekda provinsi maupun kabupaten/kota di Magelang,” kata Tito kepada awak media usai membuka Retret Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (23/6).
Tito menjelaskan bahwa para sekda merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) senior di daerah, berbeda dengan kepala daerah yang berasal dari kalangan politisi hasil pemilihan umum. Menurutnya, sekda memegang peran krusial dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknokratis di daerah, sehingga peningkatan kapasitas mereka dinilai sangat penting.
“Kalau kepala daerah adalah pejabat politik hasil pemilihan rakyat, sekda itu birokrat karier yang menjadi motor penggerak birokrasi. Maka retret ini akan diarahkan untuk memperkuat profesionalisme mereka,” imbuh Tito.
Rencana penyelenggaraan retret sekda tersebut, kata Tito, akan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah mempersiapkan teknis pelaksanaannya, meskipun rincian mekanisme belum diumumkan secara resmi.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Retret Kepala Daerah Gelombang II yang sedang berlangsung di IPDN Jatinangor, Tito mengapresiasi tingkat partisipasi yang mencapai hampir 90 persen dari total undangan. Lokasi Jatinangor, menurut Tito, dipilih karena strategis dan dekat dengan Jakarta, sehingga memudahkan para menteri yang menjadi narasumber untuk hadir secara langsung.
“Kalau pelaksanaan di Magelang mungkin akan terlalu jauh bagi para pemateri. Sedangkan di Jatinangor, dengan adanya kereta cepat Whoosh, para menteri bisa pulang-pergi dalam satu hari,” tuturnya.
Tito juga memuji kelengkapan fasilitas IPDN Jatinangor yang dinilainya sangat memadai sebagai pusat pendidikan kedinasan terbesar di Indonesia. “Di sini fasilitasnya lengkap—ada asrama, ruang tidur, ruang makan, sound system, semuanya sudah siap dan standar,” tambahnya.
Sekda Jabar Siap Mendukung Retret Nasional
Menanggapi rencana Kemendagri tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam retret tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif pemerintah pusat dan menyatakan siap menindaklanjuti setiap arahan dan instruksi yang diberikan.
“Kalau memang ada arahan atau instruksi untuk retret, tentu kami siap. Bahkan jika harus berangkat hari ini pun, kami siap berkemas,” ujar Herman dengan antusias.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi antarsekda di lingkungan Pemerintah Daerah Jawa Barat telah terjalin dengan baik. Mereka rutin melakukan diskusi dan konsolidasi untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayahnya.
“Para sekda, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat, sudah terbiasa berbagi informasi dan strategi pembangunan. Tinggal berkoordinasi lebih lanjut agar program pembangunan berjalan sinergis,” pungkasnya.






