Beranda Daerah Pemkab Mojokerto 2025, Catatan Pembangunan di Bawah Komando Gus Bupati
Daerah

Pemkab Mojokerto 2025, Catatan Pembangunan di Bawah Komando Gus Bupati

Gus Bupati Mojokerto, Albarraa.

Mojokerto, Moralita.com – Bupati Mojokerto, Muhamad Albarraa, menyampaikan garis besar pencapaian kinerja pembangunan pada Tahun Anggaran 2025 dengan komitmen, kerja nyata, dan tanggung jawab kolektif Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mengejar cita-cita yang ideal ‘lebih maju, adil, dan makmur’.

Bahwa publik berhak tahu capaian pembangunan yang dilakukan Pemkab Mojokerto dibawah komando Gus Bupati sepanjang 2025 sebagai bentuk akuntabilitas publik dan refleksi perjalanan pembangunan yang memang tidak selalu mulus, tapi tetap bergerak kearah tren positif.

Gus Bupati menyampaikan pada sektor infrastruktur dasar dan penataan ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelontorkan anggaran Rp187 miliar. Uang negara itu diterjemahkan menjadi kerja-kerja konkret yakni rekonstruksi dan pemeliharaan jalan sepanjang 34,75 kilometer, serta pembangunan dan rehabilitasi lima unit jembatan demi memperlancar akses transportasi dan konektivitas antarwilayah untuk peningkatan akses perekonomian.

Tak berhenti di situ, Pemkab Mojokerto juga membangun drainase di 14 titik sepanjang 9,1 kilometer, membersihkan saluran sepanjang 13 kilometer, melakukan normalisasi irigasi sepanjang 24,3 kilometer, serta memperbaiki 32 titik sarana irigasi.

Pencapaian pembangunan gedung pelayanan publik dan juga stadion pada 10 lokasi pun ikut dilaporkan, menandai upaya menata ruang yang bukan hanya fungsional, tetapi juga berorientasi pada pelayanan dan keberlanjutan.

Baca Juga :  DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto Rayakan HUT ke-17, Teguhkan Semangat “Berjuang Tiada Akhir”

Komitmen terhadap pemerataan pembangunan dan pemberdayaan desa benar dibuktikan Gus Bupati tidak berhenti sebagai jargon saja. Pemkab Mojokerto mengalokasikan Rp112,47 miliar dalam bentuk Bantuan Keuangan (BK) desa. Hasilnya cukup konkret untuk dihitung: 169 ruas Jalan Lingkungan rabat beton dibangun, 43 ruas Jalan Usaha Tani (JUT) dikerjakan demi mendukung ekonomi pedesaan, serta berbagai sarana publik didirikan mulai dari 41 kantor desa, 19 pendopo desa, balai dusun, pasar modern, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan dasar seperti PAUD, TK, dan Posyandu.

Gus Bupati juga menjelaskan Pemkab juga mendorong pengembangan potensi lokal melalui sinergi dengan pemerintah desa, termasuk pembangunan dua desa wisata serta penyediaan sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan stadion karena desa, rupanya, tidak cukup hanya produktif, tapi juga harus punya ruang untuk bernapas dan bersosialisasi.

Di bidang pendidikan dan keagamaan, Pemkab Mojokerto menempatkannya sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) tahun 2025 sebuah pengakuan bahwa beton tanpa SDM yang cerdas dan berbudi luhur hanya akan menjadi monumen.

Baca Juga :  Pesan KH. Asep Saifuddin Chalim pada Bupati Mojokerto, Adopsi Ketegasan Presiden Prabowo

Pemkab Mojokerto juga memberikan beasiswa kepada 137 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, hingga Universitas Surabaya, dengan total anggaran Rp1,32 miliar.

Insentif juga disalurkan kepada 6.047 guru TPK dengan anggaran Rp7,55 miliar, serta kepada 3.512 guru dan tenaga kependidikan di sekolah negeri dan swasta senilai Rp16,24 miliar karena pendidikan, bagaimanapun, tidak bisa hidup dari idealisme semata.

Dukungan infrastruktur pendidikan diwujudkan melalui pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi sarana pendidikan, serta pengadaan fasilitas pendukung sekolah negeri dengan anggaran Rp36,36 miliar, ditambah hibah kepada sekolah swasta sebesar Rp9,8 miliar.

Sementara di sektor keagamaan, Pemkab Mojokerto juga menyalurkan hibah kepada 227 lembaga keagamaan mulai dari masjid, musala, gereja, pondok pesantren, hingga TPK dengan total anggaran Rp40,4 miliar, sebagai bentuk pengakuan bahwa kehidupan spiritual tetap menjadi fondasi sosial yang tak bisa diabaikan.

Di bidang kesehatan, Pemkab Mojokerto menetapkan Universal Health Coverage (UHC) sebagai prioritas utama tahun 2025, dengan target yang terdengar ambisius tapi terukur. Capaian ditunjukkan lewat kepesertaan JKN-KIS sebesar 98,76 persen, dengan peserta aktif mencapai 80,81 persen. Untuk menopang itu, Pemkab mengalokasikan Rp71,19 miliar dari APBD, serta membangun dan memelihara 10 puskesmas pembantu (pustu) dengan anggaran Rp1,67 miliar, demi memastikan layanan kesehatan primer tidak hanya ada di kota, tetapi juga sampai ke pinggiran.

Baca Juga :  Tolak Teken Damai, Kekecewaan Tuntutan Orang Tua Korban Meninggal SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini

Pada aspek permukiman dan lingkungan, pemerintah menjalankan program Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dengan anggaran Rp2,76 miliar, mencakup perbaikan drainase, jalan lingkungan, dan penanganan kawasan kumuh di sejumlah titik prioritas. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pun digarap serius dengan pembangunan 625 unit rumah, yang dibiayai dari berbagai sumber APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, CSR dengan total anggaran Rp19,68 miliar.

Gus Bupati mengakui bahwa seluruh capaian tersebut bagian dari kerja bersama yang masih terus berjalan, dan belum semuanya bisa dipaparkan secara rinci dan mendetail karena banyaknya poin progres.

 

Catatan Redaksi:

Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang berkelanjutan, Kabupaten Mojokerto tidak hanya maju di atas kertas laporan, tetapi benar-benar bergerak positif dalam segala hal kedepan. Lebih maju, adil, dan makmur bukan sekadar slogan, tapi life experience yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakatnya.

Sebelumnya

Bupati Klaim Korban Keracunan MBG Mojokerto 411 Pasien, Tidak Diperlukan Status KLB 

Selanjutnya

Loyalitas ASN Diuji! THR dan Gaji ke-13 Pemkab Mojokerto Tidak Masuk APBD 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman