Beranda Daerah Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Gelar Olimpiade TKA SD/MI se-Jatim, 2500 Siswa Berebut Juara dan Beasiswa
Daerah

Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Gelar Olimpiade TKA SD/MI se-Jatim, 2500 Siswa Berebut Juara dan Beasiswa

Kepala Sekolah MTs Amanatul Ummah, Gus Afif Zamroni menyerahkan Hadiah kepada pemenang 6 Terbaik dalam Olimpiade TKA tingkat SD/MI Se-Jawa Timur gang diselenggarakan di Pacet Mojokerto.

Mojokerto, Moralita.com – Di tengah lanskap pendidikan yang terus bergerak menuju kompetisi global, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet – Mojokerto kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh generasi unggul. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Olimpiade Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan MI se-Jawa Timur, yang diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, Minggu (5/4/2026).

Ajang Olimpiade ini tidak sekadar menjadi kompetisi akademik, tetapi juga representasi dari upaya sistematis dalam membangun budaya keilmuan sejak usia pendidikan dasar, sebuah fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berkarakter.

Dalam penyelenggaraannya, panitia pelaksana memberikan apresiasi kepada 100 peserta terbaik, dengan penghargaan khusus untuk 6 peringkat teratas berupa uang pembinaan dan dukungan dana pendidikan. Skema penghargaan ini mencerminkan pendekatan yang tidak hanya mengapresiasi prestasi, tetapi juga mendorong keberlanjutan pendidikan peserta didik.

Hasil dari Olimpiade TKA Amanatul Ummah ini Juara pertama diraih oleh Muhammad Abdurrahman Chalim, siswa SDI Mambaul Ulum Panjunan, Waru, Sidoarjo. Ia berhasil unggul di antara ribuan peserta, sekaligus menegaskan kapasitas akademik generasi muda pesantren dalam kompetisi berskala provinsi.

Baca Juga :  Pemuda Asal Sidoarjo yang Dinyatakan Hilang Usai Lompat ke Sungai Ditemukan Meninggal di Mojokerto

Atas capaian tersebut sosok anak cerdas ini tak elak ia memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta, trofi penghargaan, serta beasiswa pendidikan dari Amanatul Ummah.

Sementara itu, juara kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan Rp4 juta dan Rp3 juta. Adapun kategori harapan I, II, dan III memperoleh penghargaan sebesar Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.

Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Gelar Olimpiade TKA SD/MI se-Jatim, 2500 Siswa Berebut Juara dan Beasiswa
Hasil pemenang 6 terbaik Olimpiade TKA SD/MI Se-Jawa Timur Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA,  menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren Amanatul Ummah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan keunggulan di bidang akademik.

Menurutnya, dalam perspektif pendidikan, kegiatan seperti Olimpiade TKA menjadi instrumen penting dalam mengukur sekaligus mengasah kapasitas kognitif, daya analitis, dan kompetensi akademik siswa sejak usia pendidikan dasar. Hal ini sejalan dengan konsep early academic stimulation, yakni upaya sistematis untuk merangsang potensi intelektual anak sejak dini melalui lingkungan kompetitif yang sehat.

Baca Juga :  Komisi II akan Panggil pihak BPR Majatama, FKI-1: Berbahaya jika Gaji PPPK 2025 Diakomodir

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhamad Albarraa, Lc., M.Hum, yang turut hadir bersama sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidika. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Siregar serta perwakilan dari Kementerian Agama melalui Kasi Pendidikan Madrasah.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tersebut mencerminkan adanya sinergi antara pesantren dan negara dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. Dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional, kolaborasi semacam ini menjadi penting dalam mewarnai katakter dan intelektual generasi bangsa kedepan.

“Pendidikan berbasis pesantren tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman,” kata sosok Kyai kharismatik nan dermawan ini.

Lebih dari sekadar kompetisi, lanjut Kyai Asep, Olimpiade TKA Amanatul Ummah dapat dibaca sebagai upaya menanam benih intelektualitas pada generasi penerus bangsa. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan spiritual, menjadi semakin mendesak.

Baca Juga :  Wanawisata Bernah de Vallei, Destinasi Wisata Hutan Alam Pacet Mojokerto yang Dikelola Masyarakat Desa

“Melalui forum ini, Amanatul Ummah tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai jalan pengabdian dan kemajuan,” jelas Kyai Asep.

Olimpiade TKA yang diselenggarakan Ponpes Amanatul Ummah ini menjadi lebih dari sekadar perlombaan akademik. Ia adalah ruang pertemuan antara tradisi pesantren, semangat kompetisi, dan harapan masa depan. Dari Pacet Mojokerto, pesan itu mengalir bahwa generasi unggul tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses, disiplin, dan ruang-ruang yang memberi kesempatan untuk tumbuh.

Sebelumnya

JK Bantah Tuduhan Rismon Terkait Pendanaan Isu Ijazah Jokowi

Selanjutnya

Kredit Siluman di Jombang Terungkap, Oknum Mantri BRI Unit Keboan Jadi Tersangka Ditahan Kejaksaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman