Mojokerto, Moralita.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar berkunjung ke Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar tertarik dan acungi 2 jempol pada Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas sebagai salah satu desa percontohan nasional berkat prestasinya dalam pengelolaan potensi lokal, khususnya di sektor pariwisata.
Acara perayaan pencapaian ini digelar di Desa Ketapanrame pada Kamis (16/1) dengan selain dihadiri Menko PM, Muhaimin Iskandar, juga Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Bupati Mojokerto sekaligus Bupati Terpilih, Muhammad Al-Barra, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Desa Ketapanrame dalam mencatatkan dirinya sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia, sekaligus sebagai inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengoptimalkan potensi lokal.
Cak Imin dalam keterangannya mengaku sangat kagum dengan pencapaian salah satu desa unggulan di Kabupaten Mojokerto itu yang berhasil mengimplementasikan program Desa BRILian.
“Desa Ketapanrame adalah bukti nyata bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dapat menciptakan keajaiban. Keberhasilan ini harus dijadikan contoh untuk desa-desa lain di seluruh Indonesia,” jelas Cak Imin.
Menurutnya, program yang diinisiasi Pemdes Ketapanrame bersama BRI ini telah membawa perubahan signifikan terhadap ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Cak Imin berharap keberhasilan Desa Ketapanrame dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia dalam menciptakan pembangunan kemandirian yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Program Desa BRILian bersama Pemdes Ketapanrame ini harus kita replikasi ke seluruh Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” seru Cak Imin.
Keunggulan Desa Ketapanrame dalam Pariwisata
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih oleh desanya. Ia menjelaskan bahwa Desa Ketapanrame memiliki potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari sejarah, religi, hingga wisata alam.
“Desa kami memiliki kekayaan sejarah yang erat kaitannya dengan kejayaan Kerajaan Majapahit, yang menjadi pusat peradaban Nusantara. Selain itu, destinasi religi seperti makam Syekh Jumadil Kubro di Trawulan dan keindahan alam di Terawas dan Pancer turut menjadi daya tarik wisatawan,” papar Zainul Arifin.
Zainul menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras masyarakat desa yang secara konsisten mengembangkan potensi lokal secara terintegrasi. Desa Ketapanrame juga telah meraih berbagai penghargaan, termasuk menjadi salah satu dari 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta dinobatkan sebagai Desa Wisata Nusantara Terbaik 2023.
Dampak Positif terhadap Ekonomi Desa
Dalam laporan yang disampaikan, Zainul Arifin menyoroti keberhasilan Desa Ketapanrame dalam menurunkan angka pengangguran hingga mendekati nol.
“Pada tahun 2019, tingkat pengangguran di desa kami masih cukup tinggi. Namun, melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, kini angka pengangguran hampir tidak ada lagi,” ujarnya.
Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Ketapanrame juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Zainul mengungkapkan bahwa dari hasil usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengelolaan aset desa, PAD tahun lalu mencapai Rp4,4 miliar.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra strategis seperti BRI, yang sejak tahun 2020 telah memberikan berbagai program bantuan, mulai dari pengembangan infrastruktur, pengelolaan air bersih, hingga pemberdayaan masyarakat melalui program usaha simpan pinjam.
“Kami berharap kolaborasi dengan BRI dan mitra lainnya terus berlanjut untuk mendorong Desa Ketapanrame menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkas Zainul.
Apresiasi dan Harapan dari Pejabat Daerah
Wakil Bupati Mojokerto sekaligus Bupati Terpilih, Muhammad Al-Barra, turut memberikan apresiasi atas pencapaian Desa Ketapanrame.
“Desa Ketapanrame adalah bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta mampu menghasilkan perubahan yang signifikan. Potensi sejarah, budaya, dan alam yang dikelola dengan baik dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Barra tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan desa-desa di Indonesia untuk menjawab tantangan zaman.
“Desa Ketapanrame dapat menjadi percontohan bagi desa lain, khususnya dalam menciptakan model pembangunan desa wisata yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah dan Masa Depan Desa Ketapanrame
Acara ini juga dihadiri Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Direktur Pengelolaan Dana Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran para pejabat memberikan semangat baru bagi masyarakat Desa Ketapanrame untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, Desa Ketapanrame diharapkan dapat terus mengoptimalkan potensi lokalnya dan menjadi inspirasi bagi pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia.
Discussion about this post