Menteri Desa Ground Breaking Kopdes Merah Putih Desa Kembangbelor Mojokerto, Dorong Bupati Ciptakan Desa Produktif
Mojokerto, Moralita.com – Komitmen Pemerintah terus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional dari desa terus digalakkan, hal ini tercermin dalam agenda peletakan batu pertama (ground breaking) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang diresmikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, pada Minggu (21/12/2025).
Agenda strategis ini dihadiri Bupati Mojokerto, Gus Barra beserta jajaran pemerintah daerah, kepala desa, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Ground breaking tersebut menandai dimulainya pembangunan kelembagaan ekonomi desa yang digadang sebagai instrumen pemerataan ekonomi berbasis kerakyatan.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto Gus Barra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen penuh mendukung pengembangan KDMP sebagai bagian dari implementasi program strategis nasional.
Gus Barra menegaskan, Pemkab Mojokerto siap mendukung dan mensukseskan seluruh program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, termasuk penguatan ekonomi desa melalui koperasi. Ia menyatakan bahwa pembangunan KDMP sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga memaparkan, kinerja ekonomi Kabupaten Mojokerto menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan III Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto mencapai 6,5 persen, atau sekitar 1 persen lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan nasional yang masing-masing berada di angka 5,22 persen dan 5,4 persen.
“Sebelum tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,3 persen. Namun pada triwulan akhir tahun ini, Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto telah mencapai 6,3 persen. Menurut data BPS, lonjakan pertumbuhan hingga 1 persen merupakan capaian yang sangat jarang terjadi,” ungkapnya.
Ia optimistis, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa di Kabupaten Mojokerto akan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sekaligus menekan angka pengangguran. Saat ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 3,87 persen.
“Kami berharap dengan hadirnya KDMP dan program-program pendukung lainnya, peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka, sehingga angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di kisaran 3,87 persen dapat terus ditekan,” tegas Gus Barra.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkab Mojokerto untuk terus mengawal dan mendukung seluruh program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto agar dapat berjalan optimal di daerah.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan bahwa kedua entitas tersebut tidak boleh dipertentangkan.
“Saya ingin menyampaikan pesan langsung dari Bapak Presiden. Antara BUMDes dan Kopdes itu tidak perlu dibenturkan. Keduanya harus saling memuliakan dan saling membesarkan, bukan menjadi saingan yang saling menjatuhkan,” tegas Yandri.
Menurutnya, pemerintah akan menyusun regulasi resmi yang mengatur hubungan dan koordinasi antara BUMDes dan Kopdes, mengingat keduanya sama-sama melibatkan masyarakat desa dan memiliki sumber pendanaan yang relatif serupa. Ia mengapresiasi Desa Kembangbelor yang telah menunjukkan praktik kolaborasi antara BUMDes dan Kopdes secara harmonis.
Yandri juga menyoroti keberhasilan BUMDes Desa Kembangbelor yang dinilai telah berkembang pesat, khususnya melalui pengelolaan objek wisata Bernah De Valley dan Eco Klurak. Ia menilai, keberadaan Kopdes Merah Putih akan melengkapi peran BUMDes dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kopdes Merah Putih akan mendekatkan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Jika selama ini ada warga yang terjerat rentenir, Kopdes hadir untuk memangkas praktik tersebut. Jika masyarakat kesulitan pupuk, Kopdes hadir untuk mendekatkan akses. Intinya, Kopdes menjadi solusi konkret bagi kebutuhan ekonomi rakyat desa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kopdes merupakan implementasi nyata dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Program ini, lanjut Yandri, akan dilaksanakan secara nasional, baik di desa maupun kelurahan.
Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri juga mengapresiasi dukungan TNI dalam pembangunan Kopdes. Ia menyebut adanya nota kesepahaman (MoU) antara Agrinas dan TNI yang menyatakan bahwa pembangunan gerai dan gudang Kopdes merupakan bagian dari operasi militer selain perang.
“Nantinya, Kopdes tidak akan berjalan sendiri. Akan dibangun gudang besar di tingkat kabupaten sebagai pusat distribusi. Hasil pertanian, perikanan, hortikultura, dan produk desa yang tidak terserap di desa akan ditampung di gudang tersebut,” paparnya.
Yandri bahkan mendorong Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk memetakan potensi 304 desa yang ada, mulai dari desa ayam petelur, desa lele, desa nila, desa jagung, hingga desa buah-buahan, guna memperkuat rantai pasok lokal.
“Kalau semua kebutuhan bisa dipenuhi dari desa sendiri, telur, jagung, buah tidak perlu dari luar Mojokerto. Saya yakin, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto bisa menembus 8 persen, pengangguran bisa ditekan, dan pemerataan ekonomi benar-benar terwujud,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Yandri menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendedikasikan kepemimpinannya sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.
“Bapak Presiden tidak mencari kekayaan atau kekuasaan. Yang beliau cari dengan sungguh-sungguh adalah kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, mari kita dukung bersama program-program ini. Ini adalah kerja mulia untuk masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.






