Doa Bersama di Rumah Dinas Bupati, Mojokerto Maju, Adil, Makmur dan Bebas Kenaikan PBB-P2
Mojokerto, Moralita.com – Rumah Dinas Bupati Mojokerto mendadak jadi tempat khusyuk, tapi juga penuh berkah. Jumat malam (15/8), sekitar 360 orang dari unsur NU, tokoh masyarakat, dan perwakilan legislatif duduk rapi, bukan untuk rapat anggaran atau sidang paripurna, tapi doa bersama untuk Kabupaten Mojokerto lebih Maju, Adil dan Makmur.
Sang penggagas, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA yang di dunia per-NU-an bisa dibilang tokoh kelas wahid karena juga sebagai putra pahlawan nasional KH. Abdul Chalim, memimpin doa dengan niat luhur: Kabupaten Mojokerto maju, adil, makmur, dan dijauhkan dari ‘hal-hal negatif’.
Tentu saja, ‘hal negatif’ yang dimaksud bisa dari segala arah: ekonomi, sosial, politik, atau bahkan warga net yang sedang beringas-beringasnya di kolom komentar jika tahu ada yang nyenggol.

“Doa bersama ini akan rutin digelar di Pemkab Mojokerto. Kita bermunajat agar cita-cita kita segera diwujudkan,” ujar ulama Miliarder nan Dermawan Kyai Asep.
Artinya, Kabupaten Mojokerto bakal punya jadwal doa resmi, entah nanti masuk kalender rutin para ASN atau tidak kedepan, semoga saja masuk agar para ASN ingat akhirat dan rata berpikir bahwa harta tak dibawa mati.
Bupati Mojokerto, Muhamad Albarra, tak mau ketinggalan mengisi jeda doa dengan sedikit ‘pengumuman resmi’.
“Tenang, masyarakat Kabupaten Mojokerto tidak akan ada kenaikan PBB-P2. Kalau mau tanya soal pajak daerah, silakan langsung ke Bapenda.” lontarnya dengan senyum tipis.
Sekda pun diinstruksikan untuk menggerakkan para camat agar mensosialisasikan kabar ini. Soalnya, di beberapa daerah, isu kenaikan PBB-P2 sedang jadi ‘trending topic’ dan bisa memicu demo kalau salah kelola.
Tak cukup sampai di situ, Gus Bupati juga menginformasikan agenda upacara 17 Agustus nanti dilaksanakan di halaman Pemkab Mojokerto. (Catat: ini bukan sekadar info protokoler, tapi juga penanda ‘Masyarakat boleh datang langsung kita menyaksikan’).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Khoirul Amin, yang ikut datang dan mewakili teman-teman DPRD, mengamini kebijakan ‘tidak ada kenaikan PBB-P2’ itu.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat masih ‘tidak memungkinkan’ untuk beban tambahan.
“PAD memang tetap harus naik, tapi kita cari cara lain. Jangan dari pajak ini,” ujarnya yang kalau diartikan bebas berarti: ‘Pemkab Mojokerto tetap harus kreatif cari duit, tapi jangan bikin beban di masyarakat’.
Catatan Redaksi
Kalau dibaca sekilas berita ini, acara doa bersama memang kental nuansa spiritual. Tapi kalau dibaca sambil minum kopi, aromanya mirip soft campaign kebijakan, menyampaikan kabar moral dan realita (Kabupaten Mojokerto tidak naik pajak) di momen yang sedang rawan sekarang, dibalut doa bersama, plus disaksikan tokoh-tokoh strategis.
Apapun itu, Kabupaten Mojokerto memang sedang butuh doa. Bukan cuma untuk maju, adil, makmur, tapi juga untuk bisa menjalankan APBD yang bisa dirasakan positif oleh rakyat langsung.






