Modus Pencuri Kabel Di Surabaya, Matikan Listrik, Pakai Rompi Resmi, Gasak 2,64 KM Kabel PJU
Surabaya, Moralita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengonfirmasi bahwa padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan utama disebabkan oleh maraknya aksi pencurian kabel listrik dalam satu bulan terakhir.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi pemerintah daerah.
Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Agung Karyadi, menyatakan bahwa pola pencurian kabel PJU semakin sistematis dan terjadi di banyak titik strategis.
“Beberapa titik itu kabelnya dicuri memang. Yang dicuri kabelnya yang ada di bawah (saluran). Karena jaringannya rusak akhirnya padam,” ujar Agung, Kamis (27/11/2025).
2,64 KM Kabel Raib dalam 9 Bulan
Data Dishub Surabaya mencatat total panjang kabel yang dicuri mencapai 2.640 meter, dengan aksi pencurian terjadi di 17 lokasi sejak 12 Februari hingga 28 November 2025.
Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran antara lain:
- Jalan Tunjungan sisi timur
- Jalan Panglima Sudirman sisi barat
- Frontage Timur Jalan A. Yani
- Jalan Pemuda sisi selatan
- Jalan Gubernur Suryo
- Jalan Wijaya Kusuma
- Jalan Basuki Rahmat
- Jalan Indrapura
- Jalan Urip Sumoharjo
Aksi pencurian tersebut menyebabkan jaringan PJU padam pada area yang terdampak dan menimbulkan potensi kerawanan keamanan lalu lintas dan kriminalitas.
Pemkot Surabaya menghitung kerugian mencapai Rp 250.800.000 akibat hilangnya kabel dan kerusakan jaringan.
Modus Pura-pura Jadi Petugas Resmi Pakai Rompi dan Helm Proyek
Agung menjelaskan bahwa para pelaku pencurian kabel menggunakan modus operandi yang semakin canggih dan menyerupai petugas resmi. Mereka mematikan listrik PJU pada malam hari, kemudian melakukan pencurian dengan pakaian dan perlengkapan menyerupai pekerja Dishub.
“Mereka mematikan listrik PJU di malam hari dan berpura-pura melakukan perbaikan. Pakai rompi, helm, bawa mobil operasional seperti pekerja sungguhan. Jadi masyarakat percaya dan tidak curiga,” jelasnya.
Tidak hanya malam hari, beberapa pencuri juga beraksi pada pukul 05.00 WIB, saat aktivitas warga masih minim.
“Kalau yang dicuri kabelnya 10 tiang saja, mungkin sudah 300 sampai 400 meter. Jadi misalkan malam ini dapat lima tiang, besok ditinggal, otomatis mati jaringan ini,” tambah Agung.
Dishub dan Kepolisian Bergerak Telusuri CCTV dan Pola Waktu Aksi
Dishub Surabaya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memburu pelaku. Upaya penindakan dimulai dengan penelusuran rekaman CCTV di sejumlah titik kejadian.
“Biasanya memang ada waktunya mereka melakukan aksi pencurian ini. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait ini, supaya pencurinya bisa segera tertangkap,” tegas Agung.
Pemkot Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU, terutama pada malam atau dini hari, mengingat modus pelaku yang menyerupai petugas resmi.






