Beranda Daerah Sindiran Bupati Sidoarjo ada Sosok Ngebet Rebut W1, Wabup Mimik Idayana Merespon
Daerah

Sindiran Bupati Sidoarjo ada Sosok Ngebet Rebut W1, Wabup Mimik Idayana Merespon

Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana.

Sidoarjo, Moralita.com – Ketegangan politik di tubuh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali mencuat setelah Bupati Sidoarjo, Subandi, melontarkan pernyataan bernada sindiran tajam mengenai adanya pihak yang disebut ingin merebut W1 alias Bupati Sidoarjo.

Ucapan itu memantik sorotan masyarakat karena muncul tak lama setelah beredarnya isu penggeledahan Pendopo Kabupaten Sidoarjo oleh penyidik Bareskrim Polri di media sosial.

Pernyataan Subandi disampaikan pada Rabu (5/11/2025) malam saat mengudara di Radio Suara Surabaya, untuk menanggapi kabar yang viral tersebut. Dalam kesempatan itu, Subandi secara tegas membantah adanya penggeledahan dan menuding bahwa isu itu hanyalah bentuk serangan politik berbasis informasi palsu atau hoaks.

“Saat saya jadi Wabup tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saat menjadi Plt pun tidak pernah berbuat apa-apa. Kok tiba-tiba ada berita hoaks, katanya digeledah. Yang digeledah itu apa?” ujar Subandi.

Menurut Subandi, saat isu tersebut merebak, dirinya tengah bersantai bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di pendopo kabupaten.

“Kalau ada berita penggeledahan di Pendopo itu hoaks. Yang digeledah itu apa? Saat itu saya ngopi bareng Pak Kapolres dan Pak Dandim lama,” jelasnya.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-17, DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto Tegas Dorong Misi Bupati Terpilih Tegakkan Good and Clean Governance

Tanpa menyebut nama, Subandi kemudian menyinggung adanya pihak yang dinilai terlalu bernafsu ingin mengambil alih posisi kepala daerah.

“Hoaks itu. Nggak benar itu. Sekarang ini ada orang yang ngempet kepingin jadi bupati itu,” ucapnya.

Selain itu, Subandi juga menyoroti adanya pihak yang kerap mengganggu jalannya pemerintahan daerah, termasuk dalam urusan mutasi pejabat yang menjadi ranah internal birokrasi.

“Saya sebagai pimpinan daerah, fokus kami menjalankan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Tugas kita melayani masyarakat. Saat ini kami sedang bekerja menghadapi musim hujan, normalisasi saluran, pembenahan jalan semua sudah berjalan baik,” bebernya.

“Kalau terus diriwuki (direcoki), bentar-bentar mutasi direcoki, apa-apa direcoki, ya repot. Kapan kita bisa kerja?” imbuhnya.

Subandi kemudian menegaskan, apabila ada pihak yang menuduh dirinya melanggar hukum atau melakukan praktik jual beli jabatan, ia siap diperiksa.

“Kalau memang ada yang menganggap saya melanggar hukum, laporkan saja. Kalau ada jual beli jabatan, kalau ada proyek yang macam-macam, laporkan saja. Saya sudah selesai kok, mau cari apa lagi?” tegasnya.

Reaksi Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana

Baca Juga :  Satgas Nasional KDMP Kunjungi Jombang, Rumuskan Strategi Percepatan Operasional Kopdes Merah Putih

Pernyataan Subandi tersebut sontak menimbulkan gelombang reaksi keras, terutama karena sejumlah pihak menilai sindiran itu mengarah kepada Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.

Spekulasi ini menguat karena hubungan keduanya memang dikabarkan merenggang dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang sempat berujung pada pengaduan resmi Mimik Idayana ke Kementerian Dalam Negeri.

Menanggapi pernyataan Subandi, Mimik Idayana menyampaikan kekecewaan mendalam dan mengaku tersinggung atas ucapan yang dinilainya mengarah langsung kepada dirinya.

“Saya sangat keberatan dengan statement Pak Bupati. Sejak awal saya mendampingi beliau, saya istikharah karena komitmen kami adalah maju bersama tanpa kepentingan pribadi. Jadi kalau sekarang beliau menyebut ada ambisi ingin jadi bupati, itu tuduhan yang tidak benar,” tegas Mimik saat ditemui di Sidoarjo, Jumat (7/11/2025).

Mimik menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk merebut posisi sebagai orang nomor satu di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya cukup W2 (Wakil Bupati) saja. Jadi Wakil Bupati ini sudah sangat menguras tenaga dan pikiran. Komitmen saya dari awal adalah menjalankan amanah rakyat dan turun langsung ke masyarakat, memastikan program berjalan dan aspirasi tersampaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Pati Gelar Demo Lagi, Tuntut Bupati Sudewo Mundur

Ia menambahkan, selama delapan bulan menjabat, dirinya selalu berupaya menjalankan fungsi pengawasan dengan tertib, transparan, dan berbasis akuntabilitas.

“Semua bisa dicek, mulai dari tanggal, jam, sampai hasilnya. Tapi selama ini saya tidak pernah diajak musyawarah atau dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Ibaratnya saya ini ban serep, cuma awak ambek sikil tok (badan sama kaki saja),” ungkapnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Mimik mengaku semula menaruh harapan besar terhadap kemitraan politiknya dengan Subandi. Ia menilai, kesepakatan awal yang dibangun bersama menjelang Pilkada justru tidak lagi dijalankan setelah keduanya dilantik.

“Beliau dulu bilang sudah selesai dengan urusan pribadinya, dan kami sama-sama bertekad membangun Sidoarjo lebih baik. Tapi kenyataannya setelah dilantik, saya merasa tidak lagi diajak berkomunikasi dan banyak kebijakan tidak transparan,” kata Mimik.

Meskipun merasa tersisih, Mimik menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan amanah sebagai wakil kepala daerah secara profesional.

“Saya tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Saya ingin membuktikan bahwa loyalitas saya bukan kepada individu, tapi kepada amanah rakyat,” pungkasnya.

 

Sebelumnya

Polda Metro Jaya Tetapkan Tersangka Roy Suryo CS Pencemaran Nama Baik Ijazah Palsu Jokowi

Selanjutnya

Tokoh Ulama Nasional Kiai Asep Desak APH Tak Tutup Mata Tambang Ilegal di Mojokerto, Tidak Beri PAD dan Rusak Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Moralita
Bagikan Halaman